1. Pengertian Sistem
Sistem adalah sekumpulan komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama (Bertalanffy, dalam Sarosa, 2009). Kata kuncinya adalah sekumpulan komponen atau subsistem, sehingga sistem terdiri dari beberapa subsistem dan demikian juga sebaliknya.
Menurut Fat (dalam Anggraeni dan Irviani, 2017) suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu.
Jogianto (2005), mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Pengertian Sistem menurut Murdick (dalam Hutahaean, 2014), suatu sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedure-prosedure / bagian-bagian pengolahan yang mencari suatu tujuaan tertentu.
Djojodihardjo (dalam Hutahaean, 2014), mendefinisikan suatu sistem adalah sekumpulan objek yang mencangkup hubungan fungsional antara tiap-tiap objek dan hubungan antara ciri tiap objek, dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan secara fungsional.
Menurut Fat (dalam Anggraeni dan Irviani, 2017) suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu.
Jogianto (2005), mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Pengertian Sistem menurut Murdick (dalam Hutahaean, 2014), suatu sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedure-prosedure / bagian-bagian pengolahan yang mencari suatu tujuaan tertentu.
Djojodihardjo (dalam Hutahaean, 2014), mendefinisikan suatu sistem adalah sekumpulan objek yang mencangkup hubungan fungsional antara tiap-tiap objek dan hubungan antara ciri tiap objek, dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan secara fungsional.
2. Pengertian Informasi
Informasi adalah data yang sudah mengalami pemrosesan sedemikian rupa sehingga dapat digunakan oleh penggunanya dalam membuat keputusan (Gelinas dan Dull, dalam Sarosa, 2009). Setiap pembuatan keputusan yang rasional membutuhkan informasi sehingga memperoleh hasil yang optimal dalam kondisi pada saat keputusan tersebut dibuat.
Menurut Davis (dalam Anggraeni dan Irviani, 2017), informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang telah diklarifikasikan atau diolah diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
Fisher (dalam Wiryanto, 2005), mengemukakan informasi menunjukkan makna data. Informasi merupakan arti, maksud atau makna yang terkandung dalam data. Suatu data akan mempunyai nilai informasi bila bermakna bagi seseorang yang menafsirkannya.
Istijanto (2005), mendefinisikan informasi sebagai hasil (output) pemrosesan (analysis) satu data atau lebih (input). Informasi ini berasal dari bahan mentah yang disebut data. Istilah data mentah (raw data) menunjukkan sesuatu yang perlu diolah terlebih dahulu sehingga menjadi informasi yang bermakna.
Pengertian Informasi menurut Tyoso (2016), Informasi merupakan ilmu pengetahuan tertulis atau yang disampaikan secara lisan dan sebagai alat dari data yang biasanya diolah secara formal.
Psikologi menurut bahasa berasal dari kata Yunani yang terdiri dari dua kata, psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Jadi, psikologi secara bahasa berarti 'ilmu jiwa' atau ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala kejiwaan. Para filsuf Yunani, seperti Plato dan Aristoteles mendefinisikan ilmu jiwa (psyche) sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya.
Wilhem Wundt (dalam Faizah dan Effendi, 2006), mendefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang memperlajari atau menyelidiki pengalaman yang timbul dalam diri manusia, seperti pengalaman panacaindra, merasakan sesuatu, berpikir, berkehendak, dan bukan mempelajari pengalaman yang di luar diri manusia, karena pengalaman yang demikian menjadi objek kajian ilmu pengetahuan alam.
Ruch (dalam Faizah dan Effendi, 2006), mendefinisikan psikologi sebagai ilmu tentang aktivitas perilaku mental.
Hilgert (dalam Faizah dan Effendi, 2006), mengemukakan, "Psychology is the science that studies that behavior of men and other animals" (Psikologi dapat memberikan batasan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dari manusia dan hewan lainnya).
Purwanto (dalam Daulay, 2014), menyatakan psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Tingkah laku di sini meliputi segala kegiatan yang tampak maupun yang tidak tampak, yang dilakukan secara sadar atau tidak sadar.
Zimmer (dalam Daulay, 2014), menyatakan bahwa psikologi didefinisikan sebagai studi ilmiah tentang proses mental dan perilaku manusia. Jadi, psikologi mengandung pengertian studi tentang proses mental dan perilaku atau studi mengenai fenomena persepsi, kognisi, emosi, kepribadian, perilaku, hubungan interpersonal.
4. Pengertian Sistem Informasi Psikologi
Sistem Informasi psikologi adalah suatu bidang kajian ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara ilmu psikologi itu sendiri dalam kaitannya dengan penggunaan komputer dan aplikasinya dalam bidang psikologi. Sistem Informasi Psikologi dapat berarti juga suatu sistem yang menyediakan informasi-informasi yang berkaitan dengan ilmu psikologi yang dapat dijadikan untuk meningkatkan pengguna dalam pengambilan suatu keputusan terhadap penelitian, perencana, dan pengelolaan.
Anggraeni, E. Y., dan Irviani, R. (2017) Pengantar sistem informasi. Yogyakarta: Andi Offset
Daulay, N. (2014) Pengantar psikologi dan pandangan al-qur'an tentang psikologi. Jakarta: Kencana
Faizah., dan Effendi, L. M. (2006) Psikologi dakwah. Jakarta: Kencana
Hutahaean, J. (2014) Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish
Istijanto. (2005) Riset sumber daya manusia cara praktis mengukur stress, kepuasan kerja, komitmen, loyalitas, motivasi kerja, & aspek-aspek kerja karyawan lainnya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Jogiyanto, H. M. (2005) Analisa dan desain sistem informasi: pendekatan terstruktur teori dan praktik aplikasi bisnis. Yogyakarta: Andi Offset
Sarosa, S. (2009) Sistem informasi akuntansi. Jakarta: Grasindo
Tyoso, J. S. P. (2016) Sistem informasi managemen. Yogyakarta: Deepublish
Wiryanto. (2005) Pengantar ilmu komunikasi. Jakarta: Grasindo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar