1. Arsitektur Komputer
Arsitektur adalah kristalisasi dari pandangan hidup yang bukan semata-mata teknik dan estetika bangunan, atau terpecah-pecah menjadi kelompok-kelompok seerti ranah keteknikan, ranah seni, atau ranah sosial. Arsitektur dijelaskan melalui spesifikasi elemen-elemen strukturnya, bahan, ukuran permukaan, dan sudut-sudutnya, karena melalui spesifikasi inilah kontraktor pelaksana dapat mewujudkan sebuah desain. Arsitektur tidak dapat hanya diartikan sebagai produk, tetapi juga suatu proses. Namun bentuk arsitektur juga ada karena persepsi dan imajinasi manusia.
Arsitektur komputer berkaitan dengan atribut-atribut yang nampak bagi programmer. Arsitektur komputer merujuk pada atribut sistem yang visible untuk programmer atau dengan kata lain atribut-atribut yang memiliki dampak langsung pada eksekusi logis suatu program. Arsitektur komputer terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak. Salah satu elemen perangkat keras yang penting ialah komputer. Komputer akan digunakan sebagai sarana untuk mengendalikan sistem informasi yang berbasis komputer, yang merupakan salah satu bentuk aplikasi dari teknologi informasi.
Menurut wikipedia, dalam bidang teknik komputer, arsitektur komputer ini merupakan cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing-masing bagian akan lebih difokuskan terutama mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori chace, ROM, RAM, cakram keras, dll.
Jadi, arsitektur komputer adalah hasil dari kognisi manusia yang terdapat atribut-atribut yang nampak bagi programmer. Arsitektur komputer ini merupakan cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Komputer akan digunakan sebagai sarana untuk mengendalikan sistem informasi yang berbasis komputer, yang merupakan salah satu bentuk aplikasi dari teknologi informasi.
2. Struktur Kognitif Manusia.
Struktur kognitif merupakan dasar untuk dapat menghubungkan dan menguatkan informasi-informasi baru secara teratur. Poespowardojo (dalam Nudirman, 2007), mengemukakan struktur kognitif adalah keseluruhan pengetahuan yang dapat merupakan landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian dalam alam sekitarnya. Manusia dilahirkan dengan struktur kognitif yang sudah ada dan dengan berbagai kemampuan untuk belajar sesuai dengan usia yang secara alami mengantarkannya ke dalam masyarakat.
Sumber :
Arif, M. F. (2019) Arsitektur dan organisasi kompuuter. Pasuruan: Qiara Media
Fukuyama, F. (1999) The great disruption: human nature and the reconstituation of social order. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Laurens, J. M. (2004) Arsitektur dan perilaku manusia. Jakarta: Grasindo
Lefudin. (2014) Belajar dan pembelajaran dilengkapi dengan model pembelajaran, strategi pembelajaran, pendekatan dan metode pembelajaran. Yogyakarta: Deepublish
Munazilin, A. (2017) Arsitektur komputer. Yogyakarta: Deepublish
Nurdiaman, A. (2007) Pendidikan kewarganegaraan: kecakapan berbangsa dan bernegara untuk kelas VIII SMP/MTs. Bandung: Pribumi Mekar
Suryana, T., dan Koesheryatin. (2014) Aplikasi internet menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript. Jakarta: Elex Media Komputindo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar