Cita-cita saya memang terbilang ada
perjalanan dan sejarahnya, tetapi seiring waktu pasti berubah juga. Disinilah
saya akan menceritakan kenapa saya bisa masuk bidang kuliah ini dan inilah
usaha saya untuk kedepannya.
Dari saya kecil hingga saya
masuk SMA saya memiliki cita-cita ingin menjadi Dokter akan tetapi ketika saya
mengetahui bahwa biaya untuk masuk Perguruan Tinggi Kedokteran itu tidaklah
kecil, dan mengingat keluarga saya masih termasuk golongan menengah (tidak
menengah ke atas dan tidak pula menengah ke bawah) jadi saya berpikir untuk
pindah atau beralih ke cita-cita yang lain. Ketika saya perhatikan diri saya
sendiri dan berfikir kalau saya memang menyukain IPA terutama untuk mata
pelajaran Biologi tetapi saya tidak menyukai mata pelajaran Ekonomi. Jadi saya
tetap memasuki jurusan MIPA di SMA dan menekuni bidang Biologi lebih dalam
daripada yang lain.
Ketika saya menduduki bangku kelas dua SMA saya mulai meragukan diri jika saya masuk Fakultas Kedokteran nantinya karena saya kurang dalam pelajaran Fisika, tetapi saya masih tetap mendalami Biologi. Saya juga diberi tahu oleh guru di tempat les saya kalau Fakultas Kedokteran pasti Fisika berpengaruh juga. Mulai dari situ saya berpikir kembali apakah saya akan tetap melanjutkan keinginan dulu? dan saya mulai mengeksplor diri saya sendiri dimulai dari kesukaan, kebiasaan, hobi, dan keahlian saya. Kesimpulan dari pengeksploran diri saya itu dan berhubungan dengan jurusan yang akan saya ambil adalah Kesenian, Biologi Murni, dan Psikologi. Dari ketiga jurusan yang akan saya ambil itu ada beberapa kendala juga terutama dari nenek dari ibu saya yang memang memegang kuat bagian dari keluaga. Nenek saya itu sudah berpesan ketika saya masih belum masuk SMA untuk tidak mengambil jurusan Kesenian ketika masuk Perguruan Tinggi padahal memang bakat saya adalah di kesenian terutama dalam bidang tari dan musik, jadi tersisa Biologi Murni dan Psikologi akan tetapi kendalapun datang lagi ketika saya tahu bahwa Psikologi hanya bisa diambil oleh yang dari SMA jurusan IIS atau SOSHUM dan tersisalah jurusan Biologi Murni dan itu juga masih dipertanyakan tentang pekerjaan yang akan saya ambil jika saya masuk jurusan Biologi Murni oleh nenek saya. Ya dengan sabar saya menjelaskan dan menunjukkan apa yang saya dapat dari google ke nenek saya agar dapat dimengerti dan diizinkan. Ketika saya sudah diizinkan untuk mengambil jurusan tersebut saya benar-benar fokus untuk masuk ke jurusan itu.
Karena saya bersikeras ingin mengambil jurusan Biologi Murni, saya memasukkannya kedalam SNMPTN dan SBMPTN entah di fakultas manapun asal yang dekat dengan rumah yang di Jakarta, salah satunya saya mengambil jurusan tersebut di Bandung dan Bogor. Tidak sampai situ, saya juga mencoba ujian mandiri di Universitas IPB dengan mengambil jurusan Silvikultur, Biologi Murni, dan Biokimia. Tetapi saat pengumuman itu semua memang membuat saya dan ibu saya menangis ketika mengetahuinya dan memang sengaja tidak diberi tahu nenek saya karena saya tau pasti akan di marahi habis-habisan oleh nenek. hampir mau putus asa akhirnya saya mulai bingung mau kuliah di mana dan saya masih ingat memang saya ada dapat banyak beasiswa dari macam-macam universitas swasta dan salah satunya ada yang saya tuliskan untuk jurusan Psikologi. Ya itu jursan saya saat awal pertama memilih ingin masuk jurusan apa. Jadi saya memulai prinsip baru untuk menjadi HRD di sebuah perusahaan atau menjadi seorang psikolog anak. Saya akan terus mengukur kemampuan saya dan akan terus berusaha untuk mencapai salah satu antara kedua pilihan saya itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar