Secara harafiah Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbagan yanag
dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau
pertimbangan itu hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut
waktu dan tempat hidupnya.
Jadi pandangan hidup manusia itu sebenarnya di tentukan oleh manusia itu
sendiri bagaimana, kapan, seperti apakah masa depannya nanti. Seperti perisnsip
hidup yang memang harus bisa dipenuhi, karena itu bisa juga termasuk janji
kepada diri sendiri.
Pandangan hidup dalam diri saya yang saya pegang teguh adalah seperti yang
sudah saya niatkan dari masuk kuliah saya akan fokus untuk kuliah, tidak untuk
berleha-leha seperti yang orang-orang lihat saya selalu main-main dalam
menjalankan suatu hal. Tapi sebenarnya saya berusaha untuk tidak bosan dengan
apa yang saya tuju maka dari itu saya selingi dengan main game di hp ataupun di
laptop. Saya juga memang sudah meniatkan diri untuk menikah setelah saya lulus
S1 dan jika saya bisa, saya ingin setelah S2 baru saya mau untuk menikah entah
dengan siapapun itu yang sudah menjadi jodoh saya. Saya berniat ini karena saat
saya belum mulai masuk kuliah saya sudah dipesankan kepada nenek saya untuk
mencari calon pula selagi kuliah, padahal saya tidak ingin memikirkan itu untuk
sekarang ini, tapi karena permintaan nenek yaa.... saya coba penuhi karena
memang tabiat saya anak perempuan satu-satunya yang lahir dari anak nenek saya
yang perempuan di keluarga, karena semua anak nenek saya yang perempuan
melahirkan anak laki-laki dan adik saya juga laki-laki, jadi saya memang
benar-benar dijaga. Dan juga memang sudah tradisi di keluarga saya yang berasal
dari rumpun Melayu, Sumatera Barat anak perempuan disebut sebagai harta
keluarga yang bak perhiasan permata yang memang harus dijaga dan dirawat
bersama.
Mungkin pandangan hidup saya ini memang terbilang aneh tapi ini
yang memang saya sudah perinsipkan agar saya tidak melenceng kemana-mana dan saya
juga memang selalu menjaga diri saya sendiri meskipun sekarang jauh dari orang
tua, saya akan tetap pulang untuk sesekali melihat nenek saya dan orang tua
saya yang tinggal serumah dan di rumah itu pula yang menjadi saksi bisu
perkembangan dan pertumbuhan saya dari bayi hingga sekarang saya menjadi
seorang mahasiswi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar