Pengertian Kecerdasan biatan (AI)
Berdasarkan kutipan majalah ilmiah Universitas Katolik Indoneisa Atma Jaya (1995), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) merupakan bagian dari bidang studi ilmu Komputer yang mulai berkembang pada tahun 1950-an. Kecerdasan buatan ini sendiri memiliki cabang-cabang, antara lain: Turbo vision, Natural Language Processing, Robotic, dan Expert System (Sistem Pakar). Secara sederhana kecerdasan buatan adalah studi tentang pembuatan program yang mampu meniru kecerdasan manusia. Bagian utama aplikasi kecerdasan buatan adalah pengetahuan (knowladge) atau lebih besarnya adalah basis pengetahuan (knowladgebase). kecerdasan buatan bisa digunakan untuk memberi kemampuan baru kepada komputer agar bisa berfikir, menalar, dan membuat inferensi (mengambil keputusan berdasarkan pengalaman) dan membuat pertimbangan-pertimbangan yang didasarkan kepada fakta dan hubungan-hubungannya yang terkandung dalam pangkalan pengetahuan itu (Ratama dan Munawaroh, 2019).
Pengertian Faktor Kepastian (Certainty Factor)
Faktor Kepastian (Certainty Factor) diperkenalkan oleh Shortliffe Buchanan dalam pembuatan MYCIN (Wesley, dalam Kusrini, 2008). Certanty Factor merupakan nilai parameter klinis yang diberikan MYCIN untuk menunjukkan besarnya kepercayaan. Certainty Factor didefinisikan sebagai berikut (Giarattano dan Riley, dalam Kusrini, 2008) :
CF(H,E) = MB(H,E) - MD(H,E)
CF(H,E): certanty factor dari hipotesis H yang dipengaruhi oleh gejala (evidence) E. Besarnya CF berkisar antara -1 sampai dengan 1. Nilai -1 menunjukkan katidakpercayaan mutlak, sedangkan nilai 1 menunjukkan kepercayaan mutlak.
MB(H,E): ukuran kenaikan kepercayaan (measure of increased belief) terhadap hipotesis H yang dipengaruhi oleh gejala E.
MD(H,E): ukuran kenaikan kepercayaan (measure of increased disbelief) terhadap hipotesis H yang dipengaruhi oleh gejala E.
MB(H,E): ukuran kenaikan kepercayaan (measure of increased belief) terhadap hipotesis H yang dipengaruhi oleh gejala E.
MD(H,E): ukuran kenaikan kepercayaan (measure of increased disbelief) terhadap hipotesis H yang dipengaruhi oleh gejala E.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar