Minggu, 29 Desember 2019

Review Jurnal Diagnosa Penyakit Tanaman Hias menggunakan Metode Certainty Factor Berbasis Web

Halo kalian. Di blog sebelumnya sudah dibahas tentang beberapa pengertian yang berkaitan dengan jurna tersebut, jadi sekarang akan di review jurnalnya secara keseluruhan. Langsung dimulai saja yuk~


Judul: Diagnosa Penyakit Tanaman Hias menggunakan Metode Certainty Factor Berbasis Web
Jurnal: Jurnal TeknikA
Volume dan Halaman: Vol 6, Hal 585-591
Tahun: 2014
Penulis: Siti Mujilahwati
Reviewer: Maryam Fajrina Ichsani
Tanggal: 28 Desember 2019

Tujuan penelitian dalam jurnal ini untuk membuat perancangan sistem pakar diagnosa penyakit tanaman hias menggunakan metode certainty factor untuk membantu bagi yang membutuhkan agar mengetahui penyakit apa saja yang sedang dihadapi masyarakat sekarang ini

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI) di definisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika.

Certainty Factor merupakan suatu metode yang digunakan untuk menyatakan kepercayaan dalam sebuah kejadian (fakta atau hipotesis) berdasarkan bukti atau penilaian pakar. Secara konsep, Certainty Factor (CF) merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk mengatasi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan. Certainty Factor (CF) dapat terjadi dengan berbagai kondisi. Pada konsep Certainty Factor ini juga sering dikenal dengan adanya believe dan disbelieve. Believe merupakan keyakinan, sedangkan disbelive merupakan ketidakyakinan. 
Ada dua cara dalam mendapatkan tingkat keyakinan (CF) dari sebuah rule, yaitu : 
   1. Metode „Net Belief‟ yang diusulkan oleh E.H. shortliffe dan B.G. Buchaman


Di mana:
(CF) Rule = faktor kepastian
MB(H,E) = measure of belief (ukuran kepercayaan) terhadap hipotesis H, jika diberikan evidence (antara 0 dan 1)
MD(H,E) = measure of disbelief, (ukuran ketidakpercayaan) terhadap evidence H, jika diberikan evidence E (antara 0 dan 1)
P(H) = probabilitas kebenaran hipotesis H
P(H|E) = probabilitas bahwa H benar karena fakta E

   2. Dengan cara mewawancarai seorang pakar Nilai CF(Rule) didapat dari interpretasi “term” dari pakar, yang diubah menjadi nilai CF tertentu sesuai tabel berikut : 



Pendekatan Berbasis Aturan (Rule Based Reasoning) digunakan karena memiliki sejumlah pengetahuan pakar pada suatu permasalahan tertentu dan pakara dapat menyelesesaikan masalah tersebut secara sistematis dan berurutan. Representasi berbasis aturan yang mempunyai pola if kondisi/premis then aksi/konklusi pada suatu table pakar akan memberikan keuntungan pada berbagai aspek, diantaranya mudah dalam memodifikasi, baik perubahan data, penambahan data atau penghapusan data. Dalam hal ini if bias direpresentasikan sebagai gejala-gejala yang menyerang pada tanaman hortikultura dan then berupa solusi-solusi yang dicapai. Disamping itu, bentuk ini juga digunakan apabila dibutuhkan penjelasan tentang jejak (langkah-langkah) pencapaian solusi. 

Pengertian Fuzzy secara bahasa diartikan sebagai kabur atau samar-samar. Suatu nilai dapat bernilai besar atau salah secara bersamaan. Dalam fuzzy dikenal derajat keanggotaan yang memiliki rentang nilai 0 (nol) hingga 1 (satu). Berbeda dengan himpunan tegas yang memiliki nilai 1 atau 0 (ya atau tidak). Logika Fuzzy merupakan suatu logika yang memiliki nilai kekaburan atau kesamaran (fuzziness) antara benar atau salah. Dalam teori logika fuzzy suatu nilai bisa bernilai benar atau salah secara bersama. Namun berapa besar keberadaan dan kesalahan tergantung pada bobot keanggotaan yang dimilikinya.

Basis Data (Database) adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan informasi. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi berupa tipe data, struktur, dan juga batasan-batasan data yang akan disimpan. Basis data merupakan aspek yang sangat penting dalam sistem informasi dimana basis data merupakan gudang penyimpanan data yang akan diolah lebih lanjut. Basis data menjadi penting karena dapat menghidari duplikasi data, hubungan antar data yang tidak jelas, organisasi data, dan juga update yang rumit.

Pada penelitian ini, penulis membuat suatu aplikasi yang berfungsi sebagai sistem alternatif pendukung keputusan dalam mendiagnosa penyakit tanaman hias. Dengan adanya sistem yang dibuat ini akan diharapkan mampu membatu dan merubah sistem lama yang kurang tepat.

Saran yang diajukan penulis untuk pemakaian sistem yang dibuat ini supaya sistem menjadi sebuah program aplikasi web yang handal adalah sebagai berikut: 
  1. Perlu adanya perbaikan dalam lingkup pengambilan keputusan dengan penggunaan media pertanyaan ganda untuk mengetahui kemampuan dari mahasiswa.
  2. Perlu adanya sistem maintenance agar web dapat di akses oleh banyak mahasiwa sekaligus. 

Tidak ada komentar: