Judul: Diagnosa Penyakit Tanaman Hias menggunakan Metode Certainty Factor Berbasis Web
Jurnal: Jurnal TeknikA
Volume dan Halaman: Vol 6, Hal 585-591
Tahun: 2014
Penulis: Siti Mujilahwati
Reviewer: Maryam Fajrina Ichsani
Tanggal: 28 Desember 2019
Tujuan penelitian dalam jurnal ini untuk membuat
perancangan sistem pakar diagnosa penyakit tanaman hias menggunakan metode
certainty factor untuk membantu bagi yang membutuhkan agar mengetahui penyakit
apa saja yang sedang dihadapi masyarakat sekarang ini
Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence
atau AI) di definisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini
umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu
mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan
manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain
sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan
syaraf tiruan dan robotika.
Certainty Factor merupakan suatu metode yang digunakan untuk menyatakan
kepercayaan dalam sebuah kejadian (fakta atau hipotesis) berdasarkan bukti atau
penilaian pakar. Secara konsep, Certainty Factor (CF) merupakan salah
satu teknik yang digunakan untuk mengatasi ketidakpastian dalam pengambilan
keputusan. Certainty Factor (CF) dapat terjadi dengan berbagai
kondisi. Pada konsep Certainty Factor ini juga sering dikenal
dengan adanya believe dan disbelieve. Believe merupakan
keyakinan, sedangkan disbelive merupakan ketidakyakinan.
Ada dua cara dalam mendapatkan tingkat keyakinan
(CF) dari sebuah rule, yaitu :
1. Metode „Net Belief‟ yang diusulkan
oleh E.H. shortliffe dan B.G. Buchaman
Di mana:
(CF) Rule
= faktor kepastian
MB(H,E) =
measure of belief (ukuran kepercayaan) terhadap hipotesis H, jika diberikan
evidence (antara 0 dan 1)
MD(H,E) =
measure of disbelief, (ukuran ketidakpercayaan) terhadap evidence H, jika
diberikan evidence E (antara 0 dan 1)
P(H) =
probabilitas kebenaran hipotesis H
P(H|E) =
probabilitas bahwa H benar karena fakta E
Pendekatan Berbasis Aturan (Rule Based
Reasoning) digunakan karena memiliki sejumlah pengetahuan pakar pada suatu
permasalahan tertentu dan pakara dapat menyelesesaikan masalah tersebut secara
sistematis dan berurutan. Representasi berbasis aturan yang mempunyai pola if
kondisi/premis then aksi/konklusi pada suatu table pakar akan memberikan
keuntungan pada berbagai aspek, diantaranya mudah dalam memodifikasi, baik
perubahan data, penambahan data atau penghapusan data. Dalam hal ini if bias
direpresentasikan sebagai gejala-gejala yang menyerang pada tanaman
hortikultura dan then berupa solusi-solusi yang dicapai. Disamping itu, bentuk
ini juga digunakan apabila dibutuhkan penjelasan tentang jejak
(langkah-langkah) pencapaian solusi.
Pengertian Fuzzy secara bahasa diartikan sebagai
kabur atau samar-samar. Suatu nilai dapat bernilai besar atau salah secara
bersamaan. Dalam fuzzy dikenal derajat keanggotaan yang memiliki rentang nilai
0 (nol) hingga 1 (satu). Berbeda dengan himpunan tegas yang memiliki nilai 1
atau 0 (ya atau tidak). Logika Fuzzy merupakan suatu logika yang memiliki
nilai kekaburan atau kesamaran (fuzziness) antara benar atau salah. Dalam teori
logika fuzzy suatu nilai bisa bernilai benar atau salah secara bersama. Namun
berapa besar keberadaan dan kesalahan tergantung pada bobot keanggotaan yang
dimilikinya.
Basis Data (Database) adalah kumpulan data yang
disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi
menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan
informasi. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi berupa tipe data,
struktur, dan juga batasan-batasan data yang akan disimpan. Basis data
merupakan aspek yang sangat penting dalam sistem informasi dimana basis
data merupakan gudang penyimpanan data yang akan diolah lebih lanjut. Basis
data menjadi penting karena dapat menghidari duplikasi data, hubungan antar
data yang tidak jelas, organisasi data, dan juga update yang rumit.
Pada penelitian ini,
penulis membuat suatu aplikasi yang berfungsi sebagai sistem alternatif
pendukung keputusan dalam mendiagnosa penyakit tanaman hias. Dengan adanya
sistem yang dibuat ini akan diharapkan mampu membatu dan merubah sistem lama
yang kurang tepat.
Saran yang diajukan penulis untuk pemakaian
sistem yang dibuat ini supaya sistem menjadi sebuah program aplikasi web yang
handal adalah sebagai berikut:
- Perlu adanya perbaikan dalam lingkup pengambilan keputusan dengan penggunaan media pertanyaan ganda untuk mengetahui kemampuan dari mahasiswa.
- Perlu adanya sistem maintenance agar web dapat di akses oleh banyak mahasiwa sekaligus.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar