Pengenalan tokoh
Sani Faritrani
Aku
cewek yang berumur 14 tahun yang menjadi inceran beberapa cowok di SMP Negeri
Tunas Harap Karya, tapi aku tidak peduli itu semua karena aku menganggap semua
orang sekitar yang menurut aku sebaya entah cewek, cowok, semuanya teman dan
bersahabat. Sifatku yang dari kecil tidak pernah berubah, tidak kenal takut
(kecuali sama orang yang lebih tua darinya dan Allah SWT) pintar, jago dalam
hal Kesenian, Matematika dan Fisika, dan aku paling tak tega kalo ngeliat temenku
kesusuahan. Di SMP ini aku gampang bergaul hanya dengan cowok dikelasku jadi
tak heran kalau ada cowok yang tertarik padaku. Dari kecil aku memang tidak
mempunyai teman yang bisa diajak bermain sehingga aku sama teman-teman di
sekitar rumahku selalu diasingkan kecuali yang sudah kenal denganku J.
Kurisha
Minimikunashi
Gadis
berambut pirang yang keturunan Jepang ini berteman denganku cukup lama sejak SD
kelas 5 kami berdua sudah menjadi teman akrab. Kebiasaan kami bisa dibilang
sama, tapi hanya satu yang membedakan yaitu sifat Mini dan aku tidak begitu
sama tapi hanya keegoisan Mini yang membedakan, tapi inilah yang disebut
sahabat tidak melihat dari sifat anak itu masing-masing. Mini mudah mengerti
perasaan temannya yang sudah lama bergaul dengannya. Dia bisa membaca pikiran
orang lain hanya dengan melihat sifat orang tersebut.
Widy
Latifakhur
Cewek
egois, sombong, sok-sokan, dan lain-lain. Widy paling suka ngedumel sama Hans
dan mengobrol tentang aku yang paling dia benci, bahkan Widy dan Mini adalah
saingan belajar di kelas 8-A. Widy adalah anak orang kaya yang manja,
sampai-sampai lupa akan dirinya. Widy menulis kisah dia di buku diarynya yang
diam-diam dibaca oleh Mini. Widy sangat digemari banyak cowok karena dia “cewek
super perfect” di kalangan
cowok-cowok tapi hanya satu yang tidak mendukung 100% perfectnya yaitu karena sifatnya yang kurang baik.
Hans De
Larmoulitanimo
Cowok
asal Prancis ini menjadi pusat perhatian cewek di SMP Negeri Tunas Harap Karya
dan sekaligus teman curhat Widy yang egois dan sombong, tetapi diam-diam Hans memendam
perasaan sama Mini (Mini tidak menyadari akan hal ini loh!) dibanding Widy.
Hans adalah anak pindahan dari SMP Bandung Swasta yang baru-baru ini pindah ke
SMP Negeri Tunas Harap Karya. Hans memang cowok perfect di kalangan cewek seperti Widy. Hans mempunyai sifat
pendiam di kelas (Hans satu kelas denganku dan Bima) dan jarang ngobrol dengan
anak-anak sebayanya kecuali Widy.
Bima
Kurniawan Septiadi
Cowok
perfect nomor 1 di SMP Negeri Tunas
Harap Karya yang menjadi kapten basket SMP tersebut. Bima memang tidak pernah
dengan yang namanya “pacaran” karena dia masih mau fokus belajar dan ingin tetap
menjadi kapten tim basket sampai lulus SMP. Bima adalah CS-anku karena aku dan Bima biasa dibilang kompak jika ada belajar
kelompok (Bima satu kelas denganku dan Hans loh!). Bima di sekolahnya selalu
dipanggil Pigeon Prince oleh fans club-nya (hahaha… lucu ya kenapa
harus pangeran merpati ya?).
Rico
Mamandhani
Rico
adalah murid dari kelas 8-C yang juga CS-anku
karena kedekatannyaku dengan Rico, Widy sampai cemburu setengah mati (padahal
cuma temenan biasa loh Rico denganku…) dan malah sampai membenciku segala
sampai sekarang… (wah… wah… wah…) Rico masuk klub Sastra yang terkenal karena
majalah Sastranya yang selalu laris tiap bulan tetapi dia juga mantan klub
basket. Dia keluar karena penyakitnya yang memang melarangnya untuk capai
berolahraga. Dia juga terpilih menjadi ketua kelas 8-C (wah… hebat yaa…)
Bu Nissa
Mirdahanna
Ibu guru Mata Pelajaran Sejarah yang sekaligus
menjabat sebagai wali kelas 8-B dan Pembina OSIS di SMP Negeri Tunas Harap
Karya. Beliau sangat baik, sabar, penyayang, dan cantik. Hingga murid-murid
sampai mengaku-aku bahwa beliau adalah ibunya (pengen banget ya…)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar