Rabu, 14 Juni 2017

Tugas Keempat (Terakhir) Softskill Mata Kuliah Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar

Tugas 1PA01
Nama     : Maryam Fajrina Ichsani
NPM       : 14516286
Kelas      : 1PA01
Tugas 4  : Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar
Dosen    : Dina Kusuma Astuti

Jelaskan dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan tenologi terhadap kehidupan manusia di lihat dari sudut pandang psikologi
Ilmu pengetahuan adalah suatu bidang studi atau pengetahuan yang sistematik untuk menerangkan suatu fenomena dengan acuan materi dan fisiknya, melalui metode ilmiah (Marzoeki, 2000). Sedangkan tekonologi adalah ilmu yang mempelajari cara-cara pemanfaatan ilmu pengetahuan agar dapat dipakai baik oleh manusia, industri, dan laboratorium. Pada dasarnya ilmu terdiri dari 2 hal, yaitu basic science dan applied science. Dari gabungan kedua hal tersebut munculah teknologi (Marzoeki, 2000). Yang dimaksud dengan basic science adalah ilmu-ilmu dasar seperti matematika, biologi, kimia, fisika, dan sebagainya. Sedangkan applied science adalah bagaimana kita mengaplikasikan ilmu pengetahuan dari ilmu-ilmu dasar hingga dapat berguna untuk memecahkan masalah manusia. Yang akan kita bahas sekarang adalah dampak ilmu pengetahuan dan teknologi. Saat ini ilmu pengetahuan telah meningkatkan kesadaran manusia. Dahulu manusia masih menggunakan cara berpikir man centered dan theological cosmology ala Aristotle—ilmu perbintangan atas dasar ajaran agama, sedangkan saat ini manusia sudah beralih menggunakan cara berpikir baru yaitu impersonal dan mechanical—berdasarkan materi dan proses (Marzoeki, 2000). Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan, manusia menjadi lebih rasional. Kepercayaan-kepercayaan akan takhayul sudah ditinggalkan dan saat ini segala jenis fenomena alam telah dapat dijelaskan dengan ilmu pengetahuan. Saat ini ilmu pengetahuanlah yang mempunyai kontribusi terbesar dalam lenyapnya banyak kepercayaan tradisional (Keraf & Dua: 2001).
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif. Karena itu pada makalah ini kami membuat dampak-dampak positif dan negatif dari kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia.
Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan. Begitupun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia. Ringkas kata, kemajuan iptek yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia.
Psikologi pendidikan merupakan salah satu jenis psikologi khusus yang mempelajari cara-cara manusia belajar dalam adegan (setting) pendidikan. Dalam ranah keilmuan ini tercakup pertanyaan-pertanyaan seperti dalam psikologi (umum) yaitu apa, mengapa, pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana pendidikan itu? Dalam psikologi pendidikan dibahas secara ilmiah tentang berbagai hal yang menyangkut aspek dan kegiatan pendidikan, seperti perlakuan pendidikan, psikologi mengajar, psikologi sosial sekolah sebagai organisasi, penggunaan prinsip-prinsip psikologi dalam kegiatan kelas menyangkut pendidik, peserta didik, dan proses pendidikan.
Seorang tokoh pendidikan bernama Montessori. Menurutnya, lingkungan haruslah merupakan tempat yang menyenangkan (loving area), tempat yang kondusif (nourishing) untuk membatu perkembangan. Jadi lingkungan dibuat sedemikian rupa sehingga guru atau orang dewasa dapat mengobservasi perkembangan mereka dan membuat perubahan-perubahan sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka. Beberapa konsepnya adalah konsep kebebasan, struktur dan urutan, realistis dan kealamian, keindahan dan nuansa, serta prinsip alat permainan Montessori.
Ia mengatakan, “jika anak di hadapkan pada lingkungan yang tepat, dan memberikan peluang kepada mereka untuk secara bebas merespon secara individual terhadap lingkungan tersebut, maka pertumbuhan alami anak terbuka dalam kehidupan merak”. (dalam David Gettman (1987)). Hal ini juga termasuk kedalam kebebasan memilih ini akan membantu mereka mengembangkan kebiasaan kerja dan meningkatkan konsentrasi. Konsekuensinya, kita harus menyediakan beragam aktivitas yang telah dirancang dan disiapkan sedemikian rupa untuk kebutuhan perkembangan mereka. 
Keberhasilan anak tidak dinilai menurut sudut pandang orang dewasa, seperti melalui nilai, atau perolehan tanda bintang. Motivasi intrinsik merekalah yang mendorong mereka untuk melakukan aktifitas terbaik mereka, bukan reward atau hukuman. Kepuasan mereka adalah hasil bagi mereka sendiri.

Sumber buku :
NN. (2007) Ilmu dan aplikasi pendidikan. Jakarta: PT Imperal Bhakti Utama

Wibowo, C., & Sanjaya, R. (2011) Stimulasi kecerdasan anak menggunakan teknologi informasi. Jakarta: Elex Media Komputindo
Sumber link : Sumber 1, Sumber 2Sumber 3

Tidak ada komentar: