Nama : Maryam Fajrina Ichsani
Kelas : 1-PA01
NPM : 14516286
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya, dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Pada wawancara kali ini akan ada beberapa narasumber dari daerah asal yang berbeda-beda yang berada di wilayah tempat tinggal yang sama yaitu di Komplek PLN Klender meskipun berbeda RT dan masih di lingkup RW 002 yang berada di Jakarta Timur.
Narasumber pertama ini adalah isteri dari seorang kepala sekolah SD. Nama beliau adalah ibu Rukmini yang berumur 48 tahun, berasal dari daerah kuningan. Ibu Rukmini masih menggunakan bahasa daerah dengan warga atau tetangga lainnya di sekitar rumahnya karena beliau tidak akan melepaskan bahasa daerah dan terkadang bahasa tersebut digunakan dan kadang tidak. Dalam keluarganya tidak hanya berasal dari kuningan, tetapi suaminya berasal dari sukabumi dan perbedaannya itu tidak membuat adat di kularganya luntur dan tidak ada perbedaan adat meskipun beliau dengan suaminya berbeda daerah asal. Jika ada pernikahan, dalam keluarganya sudah tidak memakai adat daerah asalnya, tetapi menggunakan adat daerah nasional yang tidak selalu berasal dari daerahnya.
Narasumber yang kedua adalah salah satu karyawan atau warga yang bekerja dengan RW di wilayah rumahnya. Nama beliau adalah Siti Rohmah yang berusia 51 tahun, berasal dari daerah Jakarta. Ibu Rohmah masih menggunakan bahasa daerah asal karena memang lingkungan rumahnya hanya ditinggali warga yang berasal dari Jakarta dan sudah merupakan ciri khasnya berbicara. Dalam keluarganya tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi sudah bercampur-campur dengan berbagai macam daerah karena anaknya yang sudah menikah dengan yang tidak berasal dari Jakarta. akan tetapi perbedaan adat dalam keluarganya tidak menjadi alasan kurang diterapkannya adat asalnya kepada keturunannya dan dari masing-masing daerah asal yang berbeda itu justru dapat membawa ciri khas daerahnya masing-masing kedalam keluarganya. Jika ada pernikahan, dalam keluarganya masih menggunakan adat daerah asal karena sesuai adat yang ada.
Narasumber yang ketiga adalah isteri dari ketua RT 12. Nama beliau adalah Endang Ty yang berusia 49 tahun, berasal dari daerah Kudus (Jawa Tengah). Ibu Endang masih menggunakan bahasa daerah asal ketika berbicara dengan keluarga dan beberapa warganya karena dari lingkungan rumahnya banyak yang masih satu daerah dengan beliau. Dalam keluarga beliau tidak berasal dari daerah yang sama dengannya, tetapi perbedaan tersebut tidak membuat adat di keluarganya kurang diterapkan karena masih saling menghargai daerah asal masing-masing. Jika ada pernikahan, dalam keluarganya masih menggunakan adat daerah asal karena masih daerah asal beliau.
Narasumber keempat adalah ketua RT 09 yang bernama Yan Yan Rachmat H. atau biasa dipanggil Yayan berusia 54 tahun, berasal dari daerah Sukabumi. Pak Yayan terkadang masih menggunakan bahasa daerah asal ketika berbicara dengan warganya karena menurutnya tergantung situasi yang ada di sekitar wilayahnya. Dalam keluarga beliau tidak berasal dari daerah yang sama dengannya, tetapi perbedaan tersebut tidak membuat adat di keluarganya kurang diterapkan. Jika ada pernikahan, dalam keluarganya terkadang masih menggunakan adat dari daerah asalnya, tetapi semua itu kembali sesuai kesepakatan yang sudah dibuat.
Narasumber yang terakhir adalah seorang salah satu aparat TNI yang bernama M. Saiful berusia
52 tahun yang berasal dari daerah Madura. Pak Saiful sudah tidak menggunakan bahasa daerah asal karena sudah menggunakan bahasa nasional (Bahasa Indonesia). Dalam keluarga beliau tidak berasal dari daerah yang sama dengannya, tetapi perbedaan tersebut tidak membuat adat di keluarganya kurang diterapkan. Jika ada pernikahan, dalam keluarganyasudah tidak memakai adat daerah asal, karena Indonesia ini bermacam-macam suku sehingga banyak dari keluarganya yang tidak berasal dari Madura juga.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar